Wednesday, December 30, 2015

studi kasus pemahaman individu


A.     LANDASAN TEORI
      Pemahaman individu merupakan suatu upaya yang dilakukan oleh konselor berupa pengumpulan data, analisis data, penafsiran hasil analisis, dan penarikan keimpulan tentang diri individu untuk kepentingan layanan Bimbingan dan Konseling.
Salah satu hal yang penting dalam bimbingan dan konseling ialah memahami individu secara keseluruhan baik masalah yang dihadapi maupun latar belakangnya. Dengan demikian individu akan memperoleh bantuan yang tepat dan terarah. Dengan kata lain perlunya pemahaman individu dalam layanan bimbingan dan konseling adalah agar individu memperoleh bantuan yang sesuai dengan kemampuan dan potensinya agar apa yang diharapkannya dapat tercapai (artinya individu dapat mencapai penyesuaian diri dengan dirinya sendiri, lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat).
Cara-cara yang digunakan untuk memahami individu tersebut mencakup observasi, interview, skala psikologis, daftar cek, inventory, tes proyeksi, dan beberapa macam tes. Pemahaman atau penilaian itu dimaksudkan untuk kepentingan pemberian bantuan bagi pengembangan potensi yang ada padanya (developmental) dan atau penyelesaian masalah-masalah yang dihadapinya (klinis). Dalam melakukan asesmen itu, lazim digunakan berbagai instrumen yang bisa dikelompokkan menjadi dua, yaitu dengan cara tes dan non-tes.





B.     IDENTIFIKASI KLIEN
Nama klien ini berinisial hurup (BA) dia berasal dari Alamat Cilacap  dia adalah Mahasiswa di IAIN Purwokerto saat ini dia sedang menempuh di semester 6 dan berada di salah satu jurusan yang ada di IAIN Purwokerto. Masalah yang di alami klien ini adalah dia setelah PPL yang di adakan oleh IAIN Purwokerto dia kemudian langsung kerja di tempat ia PPL dan mendapat upah yang lumayan bisa mencukupi. Akan tetapi yang di alami oleh klien ini adalah proses perkuliahan jadi terganggu karna dia kini sudah memiliki tuntutan untuk bekerja layaknya sebagai karyawan yang profesional.
Sehingga dia jadi sering tidak berangkat kuliah padahal dia sekarang sudah semester 6 dan itu adalah dimana dia harus fokus kepada preoses penyelsaian akhir perkuliahan di IAIN Purwokerto.
Klien ini bingung karna dia tidak mau kehilangan perkerjaan nya dan tidak mau juga kuliah nya tgerganggu karna menurut klien keduanya itu sangatlah berguna untuk dirinya. Sehingga pada saat ini dia lebih sering nya meninggalkan perkuliahan dan fokus ke perkerjaan nya.







C.    METODE PENGUMPULAN DATA
Dalam mengumpulkan data keterangan klien, konsleor menggunakan metode pengumpulan data melalui wawancara dan observasi.
a.      Wawancara
Menurut pengertiannya wawancara adalah Tekhnik pengumpulan data atau informasi dari “informan” dan atau “Responden” yang sudah di tetapkan, di lakukan dengan cara ”Tanya jawab sepihak tetapi sistematis” atas dasar tujuan penelitian yang hendak di capai.
Tujuan wawancara.
Ada berbagai tujuan yang dapat dicapai dalam wawancara yaitu :
1.      Menciptakan hubungan baik diantara dua pihak yang terlibat ( subyek wawancara dan pewawancara ). Pertemuan itu harus bebas dari segala kecemasan dan ketakutan sehingga memungkinkan subyek wawancara menyatakan sikap dan perasaan dengan bebas, tanpa mekanisme pertahanan diri yang kadang-kadang menghambat pernyataannya.
2.      Meredakan ketegangan yang terdapat dalam subyek wawancara. Oleh karena subyek wawancara pada umumnya membawa berbagai ketegangan emosi ke dalam pertemuan dalam wawancara itu, maka kedua belah pihak harus berusaha meredakan ketegangan di dalam dirinya.
3.      Menyediakan informasi yang dibutuhkan. Dalam wawancara kedua belah pihak akan mendapat kesempatan untuk memperoleh informasi yang dibutuhkannya.
4.      Mendorong kearah pemahaman diri pada pihak subyek wawancara. Hampir semua subyek wawancara menginginkan pemahaman diri yang lebih baik, dan pada dasarnya memiliki kesanggupan dan bakat yang seringkali tidak dapat berkembangdengan sempurna . Dengan wawancara subyek wawancara akan lebih memahami dirinya.
5.      Mendorong ke arah penyusunan kegiatan yang konstruktif pada subyek wawancara

D.    KESIMPULAN
Adapun kesimpulan setelah klien menceritakan semua permasalahannya baik dari keluarga dari berbagai espek diantaranya adalah ekonomi. Ternyata klien berasal dari keluarga yang biasa saja. Maksudnya adalah penghasilan dari kedua orang tua nya bisa di katakan sangat pas. Karna orang tua nya harus membiayai ke dua anak nya juga. Sehingga klien ini merasakan biaya yang kurang untuk hidup di purwokerto.
Sehingga klien ketika mendapatkan pekerjaan merasa sangat senang dan tidak mau meninggalkan pekerjaan nya. Akan tetapi klien juga merasakan bahwasannya hidup di zaman sekarang ketika tidak memiliki gelar seperti tidak bias di hormati. Sehingga klien harus menyelsaikan kuliah nya di IAIN Purwokerto dan klien harus bisa memilih antara memilih antara kerja atau menyelsaikan perkuliahan.
Dan hasil akhir dari permasalahan klien ini adalah klien memilih untuk mneruskan perkuliahan dan berhenti kerja karna setelah kuliah selsai dia bisa mencari pekerjaan yang baru.

E.     LAMPIRAN
1.      Percakapan konsleor dan Klien tanggal 15 Mei 2015
Klien   :  “Assalamungalaikum”, “ Selamat Siang, maaf mengganggu waktunya mas”.
Kon     : “ Walaikumsalam”, O,iya tidak apa-apa. silahkan duduk”.
Klien   : “ Terima kasih ”.
Kon     : “ Melihat dari raut wajah saudara, sepertinya ada masalah yang perlu kita bahas”.
Klien   : “ Ya, mas betul, saat ini saya sedang menghadapi banyak sekali permasalahan yang sulit bagi saya”.
Kon     : “ Apakah kiranya permasalahan tersebut, dapatkah saudara menceritakannya kepada saya”.
Klien   : “ Tentu saja, begini... Setelah PKL di sebuah lembaga, saya sekarang bekerja di sebuah lembaga tersebut, dan sekarang saya sudah mendapatkan gajih perbulan dari hasil saya bekerja. Namun saya bingung karna kuliah saya jadi terganggu. Dan saya ngga mau kehilangan keduanya.  Apa yang harus saya lakukan mas”?
Kon     : “ Mengenai hal itu,,” apakah orang tua saudara dan diri anda sendiri bertanya apakah tidak ingin menyelsaikan perkuliahanya ?
Klien      :“ketika saya pulang kerja dan sedang menyendiri terkadang saya selalu berfikiran kesitu, tugas saya sebagai mahasiswa”.
Kon     : “ Bagus kalau begitu, tapi kenapa saudara lebih banyak bekerja ketimbang melanjutkan perkuliahan sedangkan ini adalah proses akhir ?”
Klien   : “ Saya merasa membutuhkan perekonomian mas, orang tua saya bisa di katakan berpenghasilan pas-pasan sehingga saya mempunyai banyak kebutuhan !!”.
Kon     : “lalu setelah bekerja, apakah kebutuhan anda sedikit terbantu ? ”.
Klien   : “iya setelah saya bekerja, kebutuhan saya sehari-hari sudah cukup terbantu. ”
Kon     : “setelah kebutuhan sehari-hari lumayan cukup terpenuhi, apa yang akan anda lakukan ?”
Klien   :  “saya ingin melanjutkan proses perkuliahan akan tetapi saya juga ngga mau ketika harus meninggalkan pekerjaan ini.”
Kon     : “owh seperti itu rupanya”
Klien   : “iya dan saya sekarang merasa bingung kiranya apa yang harus saya lakukan agar pekerjaan saya dan perkuliahan saya tidak terganggu.”
Kon     : “tapi ketika anda ingin semuanya tidak terganggu, bukankah itu tidak mungkin karna jam anda bekerja dan jam anda kuliah itu adalah sama ?”
Klien   : “iya mas makanya keputusan mana yang harus saya ambil?”
Kon     : “nampaknya permasalahan anda lumayan cukup rumit, dan saya turut merasakan akan hal ini.”
Klien   : “iya mas, terimakasih.”
Kon     : “ketika anda harus mengambil keputusan yaitu kehilangan salah satu dari keduanya apakah andan siap ?”
Klien   : “iya sebisa mungkin saya akan memilih 1 diantara kedua pilihan tersebut”
Kon     : “iya bagus, soalnya jika tidak memilih salah satu dari keduanya, nanti akan tetap seperti ini, lalu untuk sekarang dan kedepannya dari kedua hal itu mana yang lebih berguna menurut anda ? pekerjaan kah ? atau perkuliahan dan mendapat gelar dan kemudian bekerja ?”
Klien   : “jika yang saya pikirkan yang paling penting untuk saat ini dan kedepannya adalah gelar kemudian bekerja.”
Kon     : iya bagus, itu apalah pilihan yang tepat. Kemudian bagai mana cara mendapatkan gelar tersebut ”
Klien   : “ya dengan cara saya menyelsaikan perkuliahan dan menyelsaikan proses akhir”
Kon     : “jadi menurut anda jalan keluar dari permasalahan ini bagaimana ?”
Klien   : “jalan keluar nya adalah saya harus menyelsaikan perkuliahan dan kemudian setelah saya lulus perkuliahan saya fokus ke pekerjaan saya.”
Kon     : iya itu adalah keputusan yang bagus dan sangat bijak. Sekarang apakah anda bisa menjalankan keputusan itu dan setelah anda fokus ke perkuliahan, anda harus berhenti bekerja untuk sementara dan setelah lulus anda bekerja lagi dan sudah mendapatkan gelar.”
Klien   : “iya mas saya akan mengambil jalan keluar itu dan saya akan fokus ke perkuliahan. Karna di zaman sekarang ketika orang yang memiliki gelar atau jabatan akan lebih di hormati ketimbang orang yang biasa-biasa saja.”
Kon     : “iya tentu saja. Semoga dengan keputusan yang anda ambil itu adalah jalan yang terbaik untuk anda”
Klien   : “iya mas Aamiin, sepertinya begitu. Ini adalah jalan yang terbaik untuk saya. Termikasih atas solusinya mas. Assalamualaikum”

Kon     : “iya sama-sama mas. Waalaikumssalam” 

No comments:

Post a Comment