PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang
Pendidikan mempunyai peranan
penting dalam meningkatkan kulaitas Submer Daya Manusia. kesadaran akan
pentingnya pendidikan sebagai proses mencerdaskan bangsa telah mendorong
masyarakat untuk melakukan perbaikan mutu pendidikan. Manajemen pendidikan
menghasilkan manusia pembelajar yang merupakan human kapital dan memiliki
keterkaitan erat dengan kompetensi dan talen manajemen yang berkonstribusi pada
organisasi belajar. Organisasi belajar berimplikasi terhadap lahirnya manajemen
sumber daya manusia yang profesional dan dapat mewujudkan karakteristuk good
governance.
Pendidikan mempunyai peranan
penting dalam meningkatkan kualitas modal insani yaitu Sumber Daya Manusia.
Kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai proses mencerdaskan bangsa telah
mendorong masyarakat untuk melakukan upaya perbaikan mutu pendidikan. Tiga
tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan di indonesia pada saat ini.
Pertama,sebagai akibat dari krisis ekonomi,dunia pendidikan dituntut untuk
dapat mempertahankan hasil-hasil pembangunan pendidikan yang telah dicapai.
Kedua,untuk mengantisipasi era gelobal,dunia pendidikan dituntut mempersiapkan
SDM yang kompeten agar mampu bersaing dalam pasar gelobal. Katiga,sejalan
dengan diperlakukannya otonomi daerah,perlu dilakukan perubahan dan penyesuaian
sistem pendidikan nasional sehingga dapat mewujudkan proses pendidikan yang
lebih demokratis dengan memperhatikan keberagaman kebutuhan peserta didik dan
daerah serta mendorong peningkatan partisipasi masyarakat (dalam sylviana
murni,2005).
Seroang ahli filsafat Emmanuel
kant mengatakan bahwa pendidikanadalah pangkal ilmu pengetahuan yang menjadi
pokok dalam pangkal dari segala kehidupan (dalam sylvina murni,2007). Oleh
karena itu betapa pentingnya pendidikan dalam mencapai masyarakat yang mandiri
dalam abad yang penuh tantangan global ini. Untuk mencapai SDM tersebut
diperlukan pengembangan dan perubahan paradigma bahwa pemulihan akan berhasil
apabila ditunjang dengan SDM yang berkualitas. Sebagai suatu kebijakan yang
mendasar dalam menjalankan suatu kegiatan,cara yang tepat dalam melakukan
peningkatan mutu dan kualitas manusia indonesia adalah dengan cara melakukan
investasi pendidikan.
BAB II
KAJIAN TEORI
E-learning merupakan
singkatan dari Elektronic Learning,
merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media
elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning
merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan
teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa ahli mencoba menguraikan
pengertian e-learning menurut versinya masing-masing, diantaranya :
- Jaya Kumar C. Koran (2002), e-learning
sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian
elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran,
interaksi, atau bimbingan.
- Dong (dalam Kamarga, 2002)
e-learning
sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat
elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
- Rosenberg (2001)
menekankan bahwa e-learning merujuk pada
penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat
meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
- Darin E. Hartley [Hartley, 2001]
eLearning
merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan
ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan
komputer lain.
- LearnFrame.Com dalam Glossary of
eLearning Terms [Glossary, 2001]
eLearning
adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung
belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer
standalone.
E-learning
dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di
media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning
secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata
pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang
telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar
sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi
dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak
jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya
perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa
e-learning untuk umum.
Sumber
daya manusia atau biasa disingkat menjadi
SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya
sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya
kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam
pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral
dari sistem yang membentuk suatu organisasi.
Kata governance berasal dari kata to govern (yang berbeda maknanya dengan to
command atau to order) yang artinya memerintah. Istilah Good Governance telah diterjemahkan dalam berbagai
istilah, misalnya penyelenggaraan pemerintahan yang amanah (Bintoro
Tjokroamidjojo), tata-pemerintahan yang baik (UNDP), pengelolaan pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab
(LAN). Sedangkan kata Government atau pemerintah dalam kamus oxford
berasal dari kata govern yang artinya legally control and run a country,
city , atc”. alam bahasa
Inggris diartikan : "The authoritative direction and administration of
the affairs or men/women in a natoon, state, city, etc". Pemerintah
adalah pengarahan yang berkewenangan dan pengaturan atas kegiatan orang-orang
dalam sebuah negara, negara bagian, kota, dan sebagainya. Dapat diartikan juga
sebagai lembaga atau badan yang menyelenggarakan pemerintahan negara, negara
bagian, kota, dan sebagainya.
Dari pengetian
diatas dapat ditarik makna lain bahwa good governance merupakan seni atau gaya moral
pemerintahan yang baik, lebih memerlukan suatu butir-butir moral-legal dalam
pelaksanaannya.
BAB III
ISI
Fakta
empirik menunjukan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia relatif masih rendah
sehingga menyebabkan Indonesia sulit bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Kualitas
pendidikan suatu bangsa ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan
faktor eksternal. Faktor internalnya adalah meliputi jajaran dunia pendidikan
seperti Depdiknas dan Dinas Pendidikan Daerah. Faktor ekternalnya adalah
masyarakat.
Bangsa
yang besar terwujud apabila ditopang oleh manusia yang berkualitas dan untuk
mewujudkan hal tersebut melalui pendidikan SDM
yang berkualitas juga. Dengan menerapkan manajemen mutu terpadu (total quality managemen) secara
konsisten yang diharapkan dapat memberi solusi yang dapat membantu menghadapi
keterpurukan dunia pendidikan. Salah
satu bentuk manajemen yang berhasil di manfaatkan dalam dunia industri dapat
diadaptasi dalam dunia pendidikan adalah TQM (Total Quality Managenent) dimana dalam dunia pendidikan sering
disebut TQME (Total Quality Management in
Education). Manajemen mutu terpadu adalah salah satu pendekatan dalam
menjalankan usaha yang mencoba memaksimalkan daya saing pendidikan melalui
perbaikan terus menerus.
Dalam
manajemen mutu terpadu keberhasilan sekolah diukur dari tingkat kepuasan
pelanggan baik internal maupun eksternal. Dilihat jenis pelanggannya, sekolah
dikatakan berhasil jika, antara lain :
1. Siswa
puas dengan pelayanan sekolah, antara lain puas dengan pelajaran yang diterima,
puas dengan perlakuan guru maupun pimpinan maupun puas dengan fasilitas yang
disediakan.
2. Orangtua
puas dengan pelayanan terhadap anaknya maupun puas dengan layanan terhadap
orang tua
3. Pihak
pemakai penerima lulusan (perguruan tinggi, industri, masyarakat) puas karena
menerima lulusan yang sesuai harapan
4. Guru
dan karyawan puas dengan layanan yang diberikan sekolah.
Tampubolon
menyatakan bahwa tiga sistem yang berkembang dalam manajemen mutu adalah
pengawasan mutu, jaminan mutu dan manajemen mutu terpadu.
Penggunaan TQM
dalam pendidikan seringkali mendapatkan masalah di lapangan, antara lain:
1. Sikap
mental para pengelola pendidikan
2. Tidak
adanya tindak lanjut dari evaluasi program
3. Gaya
kepemimpinan yang tidak mendukung
4. Kurangnya
rasa memiliki para pelaksana pendidikan
5. Belum
membudayakan prinsip melakukan sesuatu secara benar dari awal.
Humanisasi
pendidikan merupakan hal salah satu hal yang penting di lakukan karena yang
diutamakan dalam pendidikan adalah manusia. Paulo freire menyatakan bahwa
dialog harus berdasarkan terutama pada kepekaan kemampuan bawaan dalam tiap
manusia untuk menentukan dirinya sendiri. Pembelajaran hendaknya mencakup aspek
yang luas, mencakup pembelajaran adaptif pembelajaran generatif dan
pembelajaran deutero. Pembelajaran adaptif (single
loop) menenkankan pada bagaimana memperbaiki keadaan yang ada. Pembelajaran
generatif (double-loop) merupakan pembelajaran yang mengarah pada perubahan
transformasi, mencakup perubahan norma atau strategi serta asumsi yang
berkaitan dengan norma organisasi. Pembelajaran deutero (deuterolearning) adalah pembelajaran yang menekankan pada
prinsip. “pembelajaran untuk belajar” yang mengutamakan proses belajar dan
menuntut organisasi untuk belajar. Pendidikan bertujuan menfasilitasi
perkembangan bakat peserta didik sesuai kodratnya dan menjaga agar unsur-unsur
destruktif dari luar tidak menghambat atau membunuh bakat peserta didik
sehingga peserta didik setidaknya dibimbing sesuai kodrat alamnya. Pendidikan
terkait pula dengan modal manusia (human capital) merupakan istilah yang umum
digunakan dalam pengelola sumber daya manusia terwujud SDM yang profesional.
Human capital menurut Lev, Baruch (2001) merupakan faktor manusia dalam
organisasi yang mencakup intelegensi, ketrampilan dan keahlian yang memberikan
karakter khas pada organisasi sehingga mempengeruhi organisasi secara
keseluruhan.
Pembelajaran
yang menyenangkan (joyful learning) merupakan
strategi, konsep, dan praktik pembelajaran merupakan strategi dari pembelajaran
bermakna, pembelajaran konstektual, teori konstrukstivisme, perkembangan aktif
dan psikologi perkembangan anak. Proses transformasi paradigma pembelajaran
dari teacher-centered menuju student-centered bukan lagi pengajar
yang aktif memberikan materi tetapi disini mahasiswa dilatih berfikir secara
aktif dan kritis.
Tidak
ada metode standar dalam pembelajaran yang menyenangkan ini. Konsep pendidikan
hendaknya mengarah pada pendidikan yang memerdekakan dengan metode joyful learning. Metode ini mampu
melahirkan manusia yang dapat berpikir kritis.
Ketika kebanyakan orang memiliki sprektrum kecerdasan yang penuh, setiap individu menunjukan perbedaan ciri-ciri kongnitif maka terdapat tujuh jenis kecerdasan yang berdeda-beda dan penggunaannya dengan cara-cara yang sangat personal. Howard garner (1983-1993) tidak memandang kecerdasan manusia berdasarkan atas sekor tes semata namun menjelaskan kecerdasan sebagai berikut:
Ketika kebanyakan orang memiliki sprektrum kecerdasan yang penuh, setiap individu menunjukan perbedaan ciri-ciri kongnitif maka terdapat tujuh jenis kecerdasan yang berdeda-beda dan penggunaannya dengan cara-cara yang sangat personal. Howard garner (1983-1993) tidak memandang kecerdasan manusia berdasarkan atas sekor tes semata namun menjelaskan kecerdasan sebagai berikut:
1.
Kemempuan untuk menyelesaikan
masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia
2.
Kemampuan untuk menghasilkan
persoala-persoalan baru yang untuk diselesikan
3.
Kemampuan untuk menciptakan
sesuatu atau menawarkan jasa yang akan menimbulkan penghargaan dalam budaya
seorang.
4.
Kecerdasan kinestik tubuh
memungkinkan seseorang untuk mengerakan objek dan keterampilan fisik yang halus
dan jelas
5.
Kecerdasan musik terlihat pada
orang yang memiliki sensitifitas pada
pola titi nada melodi,ritme dan nada.
6.
Kecerdasan interpersonal
merupakan kemempuan untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain secara
efektif.
7.
Kecerdasan intrapersonal
merupakan kemampuan untuk membuat persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan
menggunakan pengetahuan semacam itu dalam merncanakan dan mengarahkan kehidupan
seorang.
8.
Kecerdasan naturalis merupakan
kemampuan untuk mengenali membedakan,mengungkapkandan membuat katagori tentang
hal-hal yang di jumpai di alam maupun di lingkungan.
Richard weiner dalam Wehsters New
Word Dictionary and communiation disebutkan bahwa media informasi adalah
pemrosesan, pengolahan dan penyebaran data oleh kombinasi komputer dan
teknologi komunikasi informasi(TIK) menitik beratkan bagimana data diolah dan
diproses dengan menggunakan komputer dan telekomunikasi. Menganalisis penerapan
TIK dalam menejemen pendididkan terus mengalami perkembangan yang cukup cepat
dan dinamis, tidak terlepas dalam kaitannya dengan kecerdasan manusia dalam
menyikapinnya. Peningkatan kemampuan SDM mulai dari ketrampilan dan
pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan, serta
meningkatkan kemampuan TIK para pimpinan dilembaga pemerintahan, pendidikan,
perusahaan dan lembaga lainnya. Peran TIK dalam menunjang kebijakan pendidikan
mencangkup ketiga pilar kebijakan Depdiknas yaitu :
1.
Perluasan dan pemerataan akses
pendididkan
2.
Peningkatan mutu, relevansi, dan
daya saing pendidikan dan
3.
Penguatan tata kelola akuntabilitas
dan citra publik pendidikan
E-Learning
merupakan kegiatan belajar melalui perangkat elektronik komputer yang
tersambung keinternet dimana belajar berupaya memperoleh bahan pelatihan secara
on line, memperkaya nilai belajar sehingga dapat menjawab tantangan
perkembangan globalisasi. Seiring dengan kemajuan teknologi tersebut telepon
genggam(hp) saat ini digunakan mengakses internet tanpa perlu menghadirkan
komputer.
Clean
and good governance
Pengertian clean and good governance
menurut world bank dalam mustopadjaja
2001 adalah suatu penyelanggaraan manajemen yang solid dan bertanggung jawab
sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien,penghindaran salh
alokasi dana investasi,dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun
administratif. Dalam tat pemerintahan pengertian istilah clean and good
governance pada umumnya diartikan sebagai penyelenggaraan pemerintahan yang bersih
dan bailk. Kata bersih dan baik disini di masudkan mengikuti kaidah-kaidah
tertentu sesuai prinsip-prinsip dasar clean and good governance. Dimana
prinsip-prinsip tersebut merupakan kunci utama dalam memahami istilah clean and
good governance. Selain itu istilan clean and good governance merupakan suatu
gagasan.
DAFTAR
PUSTAKA
Murni Syiviana,1995,junal pendidikan dan Kebudayaan,Jakarta,Badan
Penelitian dan pengembangan departemen Pendidikan Nasional.
e-dufiesta.blogspot.sg/2008/06/pengertian-e-learning.html
id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_manusia
hukumislam-uii.blogspot.sg/2009/05/pengertian-good-governance-dan-clean.html
