Tuesday, June 3, 2014

MENGKAJI JURNAL MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA

                                      BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kulaitas Submer Daya Manusia. kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai proses mencerdaskan bangsa telah mendorong masyarakat untuk melakukan perbaikan mutu pendidikan. Manajemen pendidikan menghasilkan manusia pembelajar yang merupakan human kapital dan memiliki keterkaitan erat dengan kompetensi dan talen manajemen yang berkonstribusi pada organisasi belajar. Organisasi belajar berimplikasi terhadap lahirnya manajemen sumber daya manusia yang profesional dan dapat mewujudkan karakteristuk good governance.
Pendidikan mempunyai peranan penting dalam meningkatkan kualitas modal insani yaitu Sumber Daya Manusia. Kesadaran akan pentingnya pendidikan sebagai proses mencerdaskan bangsa telah mendorong masyarakat untuk melakukan upaya perbaikan mutu pendidikan. Tiga tantangan besar yang dihadapi dunia pendidikan di indonesia pada saat ini. Pertama,sebagai akibat dari krisis ekonomi,dunia pendidikan dituntut untuk dapat mempertahankan hasil-hasil pembangunan pendidikan yang telah dicapai. Kedua,untuk mengantisipasi era gelobal,dunia pendidikan dituntut mempersiapkan SDM yang kompeten agar mampu bersaing dalam pasar gelobal. Katiga,sejalan dengan diperlakukannya otonomi daerah,perlu dilakukan perubahan dan penyesuaian sistem pendidikan nasional sehingga dapat mewujudkan proses pendidikan yang lebih demokratis dengan memperhatikan keberagaman kebutuhan peserta didik dan daerah serta mendorong peningkatan partisipasi masyarakat (dalam sylviana murni,2005).
Seroang ahli filsafat Emmanuel kant mengatakan bahwa pendidikanadalah pangkal ilmu pengetahuan yang menjadi pokok dalam pangkal dari segala kehidupan (dalam sylvina murni,2007). Oleh karena itu betapa pentingnya pendidikan dalam mencapai masyarakat yang mandiri dalam abad yang penuh tantangan global ini. Untuk mencapai SDM tersebut diperlukan pengembangan dan perubahan paradigma bahwa pemulihan akan berhasil apabila ditunjang dengan SDM yang berkualitas. Sebagai suatu kebijakan yang mendasar dalam menjalankan suatu kegiatan,cara yang tepat dalam melakukan peningkatan mutu dan kualitas manusia indonesia adalah dengan cara melakukan investasi pendidikan.
BAB II
KAJIAN TEORI

E-learning merupakan singkatan dari Elektronic Learning, merupakan cara baru dalam proses belajar mengajar yang menggunakan media elektronik khususnya internet sebagai sistem pembelajarannya. E-learning merupakan dasar dan konsekuensi logis dari perkembangan teknologi informasi dan komunikasi. Beberapa ahli mencoba menguraikan pengertian e-learning menurut versinya masing-masing, diantaranya :
  • Jaya Kumar C. Koran (2002), e-learning sebagai sembarang pengajaran dan pembelajaran yang menggunakan rangkaian elektronik (LAN, WAN, atau internet) untuk menyampaikan isi pembelajaran, interaksi, atau bimbingan.
  • Dong (dalam Kamarga, 2002)
e-learning sebagai kegiatan belajar asynchronous melalui perangkat
elektronik komputer yang memperoleh bahan belajar yang sesuai dengan kebutuhannya.
  • Rosenberg (2001)
 menekankan bahwa e-learning merujuk pada penggunaan teknologi internet untuk mengirimkan serangkaian solusi yang dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
  • Darin E. Hartley [Hartley, 2001]
eLearning merupakan suatu jenis belajar mengajar yang memungkinkan tersampaikannya bahan ajar ke siswa dengan menggunakan media Internet, Intranet atau media jaringan komputer lain.
  • LearnFrame.Com dalam Glossary of eLearning Terms [Glossary, 2001]
eLearning adalah sistem pendidikan yang menggunakan aplikasi elektronik untuk mendukung belajar mengajar dengan media Internet, jaringan komputer,maupun komputer standalone.
E-learning dalam arti luas bisa mencakup pembelajaran yang dilakukan di media elektronik (internet) baik secara formal maupun informal. E-learning secara formal misalnya adalah pembelajaran dengan kurikulum, silabus, mata pelajaran dan tes yang telah diatur dan disusun berdasarkan jadwal yang telah disepakati pihak-pihak terkait (pengelola e-learning dan pembelajar sendiri). Pembelajaran seperti ini biasanya tingkat interaksinya tinggi dan diwajibkan oleh perusahaan pada karyawannya atau pembelajaran jarak jauh yang dikelola oleh universitas dan perusahaan-perusahaan (biasanya perusahaan konsultan) yang memang bergerak dibidang penyediaan jasa e-learning untuk umum.
Sumber daya manusia atau biasa disingkat menjadi SDM potensi yang terkandung dalam diri manusia untuk mewujudkan perannya sebagai makhluk sosial yang adaptif dan transformatif yang mampu mengelola dirinya sendiri serta seluruh potensi yang terkandung di alam menuju tercapainya kesejahteraan kehidupan dalam tatanan yang seimbang dan berkelanjutan. Dalam pengertian praktis sehari-hari, SDM lebih dimengerti sebagai bagian integral dari sistem yang membentuk suatu organisasi.
Kata governance berasal dari kata to govern (yang berbeda maknanya dengan to command atau to order) yang artinya memerintah. Istilah Good Governance telah diterjemahkan dalam berbagai istilah, misalnya penyelenggaraan pemerintahan yang amanah (Bintoro Tjokroamidjojo), tata-pemerintahan yang baik (UNDP), pengelolaan pemerintahan yang baik dan bertanggung jawab (LAN). Sedangkan kata Government atau pemerintah dalam kamus oxford berasal dari kata govern yang artinya legally control and run a country, city , atc”. alam bahasa Inggris diartikan : "The authoritative direction and administration of the affairs or men/women in a natoon, state, city, etc". Pemerintah adalah pengarahan yang berkewenangan dan pengaturan atas kegiatan orang-orang dalam sebuah negara, negara bagian, kota, dan sebagainya. Dapat diartikan juga sebagai lembaga atau badan yang menyelenggarakan pemerintahan negara, negara bagian, kota, dan sebagainya.
Dari pengetian diatas dapat ditarik makna lain bahwa good governance merupakan seni atau gaya moral pemerintahan yang baik, lebih memerlukan suatu butir-butir moral-legal dalam pelaksanaannya.




BAB III
ISI

Fakta empirik menunjukan bahwa kualitas pendidikan di Indonesia relatif masih rendah sehingga menyebabkan Indonesia sulit bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Kualitas pendidikan suatu bangsa ditentukan oleh dua faktor, yaitu faktor internal dan faktor eksternal. Faktor internalnya adalah meliputi jajaran dunia pendidikan seperti Depdiknas dan Dinas Pendidikan Daerah. Faktor ekternalnya adalah masyarakat.
Bangsa yang besar terwujud apabila ditopang oleh manusia yang berkualitas dan untuk mewujudkan hal tersebut melalui pendidikan SDM  yang berkualitas juga. Dengan menerapkan manajemen mutu terpadu (total quality managemen) secara konsisten yang diharapkan dapat memberi solusi yang dapat membantu menghadapi keterpurukan dunia pendidikan.  Salah satu bentuk manajemen yang berhasil di manfaatkan dalam dunia industri dapat diadaptasi dalam dunia pendidikan adalah TQM (Total Quality Managenent) dimana dalam dunia pendidikan sering disebut TQME (Total Quality Management in Education). Manajemen mutu terpadu adalah salah satu pendekatan dalam menjalankan usaha yang mencoba memaksimalkan daya saing pendidikan melalui perbaikan terus menerus.
Dalam manajemen mutu terpadu keberhasilan sekolah diukur dari tingkat kepuasan pelanggan baik internal maupun eksternal. Dilihat jenis pelanggannya, sekolah dikatakan berhasil jika, antara lain :
1.      Siswa puas dengan pelayanan sekolah, antara lain puas dengan pelajaran yang diterima, puas dengan perlakuan guru maupun pimpinan maupun puas dengan fasilitas yang disediakan.
2.      Orangtua puas dengan pelayanan terhadap anaknya maupun puas dengan layanan terhadap orang tua
3.      Pihak pemakai penerima lulusan (perguruan tinggi, industri, masyarakat) puas karena menerima lulusan yang sesuai harapan
4.      Guru dan karyawan puas dengan layanan yang diberikan sekolah.
Tampubolon menyatakan bahwa tiga sistem yang berkembang dalam manajemen mutu adalah pengawasan mutu, jaminan mutu dan manajemen mutu terpadu.
Penggunaan TQM dalam pendidikan seringkali mendapatkan masalah di lapangan, antara lain:
1.      Sikap mental para pengelola pendidikan
2.      Tidak adanya tindak lanjut dari evaluasi program
3.      Gaya kepemimpinan yang tidak mendukung
4.      Kurangnya rasa memiliki para pelaksana pendidikan
5.      Belum membudayakan prinsip melakukan sesuatu secara benar dari awal.
Humanisasi pendidikan merupakan hal salah satu hal yang penting di lakukan karena yang diutamakan dalam pendidikan adalah manusia. Paulo freire menyatakan bahwa dialog harus berdasarkan terutama pada kepekaan kemampuan bawaan dalam tiap manusia untuk menentukan dirinya sendiri. Pembelajaran hendaknya mencakup aspek yang luas, mencakup pembelajaran adaptif pembelajaran generatif dan pembelajaran deutero. Pembelajaran adaptif (single loop) menenkankan pada bagaimana memperbaiki keadaan yang ada. Pembelajaran generatif (double-loop) merupakan pembelajaran yang mengarah pada perubahan transformasi, mencakup perubahan norma atau strategi serta asumsi yang berkaitan dengan norma organisasi. Pembelajaran deutero (deuterolearning)  adalah pembelajaran yang menekankan pada prinsip. “pembelajaran untuk belajar” yang mengutamakan proses belajar dan menuntut organisasi untuk belajar. Pendidikan bertujuan menfasilitasi perkembangan bakat peserta didik sesuai kodratnya dan menjaga agar unsur-unsur destruktif dari luar tidak menghambat atau membunuh bakat peserta didik sehingga peserta didik setidaknya dibimbing sesuai kodrat alamnya. Pendidikan terkait pula dengan modal manusia (human capital) merupakan istilah yang umum digunakan dalam pengelola sumber daya manusia terwujud SDM yang profesional. Human capital menurut Lev, Baruch (2001) merupakan faktor manusia dalam organisasi yang mencakup intelegensi, ketrampilan dan keahlian yang memberikan karakter khas pada organisasi sehingga mempengeruhi organisasi secara keseluruhan.
Pembelajaran yang menyenangkan (joyful learning) merupakan strategi, konsep, dan praktik pembelajaran merupakan strategi dari pembelajaran bermakna, pembelajaran konstektual, teori konstrukstivisme, perkembangan aktif dan psikologi perkembangan anak. Proses transformasi paradigma pembelajaran dari teacher-centered menuju student-centered bukan lagi pengajar yang aktif memberikan materi tetapi disini mahasiswa dilatih berfikir secara aktif dan kritis.
Tidak ada metode standar dalam pembelajaran yang menyenangkan ini. Konsep pendidikan hendaknya mengarah pada pendidikan yang memerdekakan dengan metode joyful learning. Metode ini mampu melahirkan manusia yang dapat berpikir kritis.
            Ketika kebanyakan orang memiliki sprektrum kecerdasan yang penuh, setiap individu menunjukan perbedaan ciri-ciri kongnitif maka terdapat tujuh jenis kecerdasan yang berdeda-beda dan penggunaannya dengan cara-cara yang sangat personal. Howard garner (1983-1993) tidak memandang kecerdasan manusia berdasarkan atas sekor tes semata namun menjelaskan kecerdasan sebagai berikut:
1.      Kemempuan untuk menyelesaikan masalah yang terjadi dalam kehidupan manusia
2.      Kemampuan untuk menghasilkan persoala-persoalan baru yang untuk diselesikan
3.      Kemampuan untuk menciptakan sesuatu atau menawarkan jasa yang akan menimbulkan penghargaan dalam budaya seorang.
4.      Kecerdasan kinestik tubuh memungkinkan seseorang untuk mengerakan objek dan keterampilan fisik yang halus dan jelas
5.      Kecerdasan musik terlihat pada orang  yang memiliki sensitifitas pada pola titi nada melodi,ritme dan nada.
6.      Kecerdasan interpersonal merupakan kemempuan untuk memahami dan berinteraksi dengan orang lain secara efektif.
7.      Kecerdasan intrapersonal merupakan kemampuan untuk membuat persepsi yang akurat tentang diri sendiri dan menggunakan pengetahuan semacam itu dalam merncanakan dan mengarahkan kehidupan seorang.
8.      Kecerdasan naturalis merupakan kemampuan untuk mengenali membedakan,mengungkapkandan membuat katagori tentang hal-hal yang di jumpai di alam maupun di lingkungan.

            Richard weiner dalam Wehsters New Word Dictionary and communiation disebutkan bahwa media informasi adalah pemrosesan, pengolahan dan penyebaran data oleh kombinasi komputer dan teknologi komunikasi informasi(TIK) menitik beratkan bagimana data diolah dan diproses dengan menggunakan komputer dan telekomunikasi. Menganalisis penerapan TIK dalam menejemen pendididkan terus mengalami perkembangan yang cukup cepat dan dinamis, tidak terlepas dalam kaitannya dengan kecerdasan manusia dalam menyikapinnya. Peningkatan kemampuan SDM mulai dari ketrampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan, serta meningkatkan kemampuan TIK para pimpinan dilembaga pemerintahan, pendidikan, perusahaan dan lembaga lainnya. Peran TIK dalam menunjang kebijakan pendidikan mencangkup ketiga pilar kebijakan Depdiknas yaitu :
1.      Perluasan dan pemerataan akses pendididkan
2.      Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing pendidikan dan
3.      Penguatan tata kelola akuntabilitas dan citra publik pendidikan
E-Learning merupakan kegiatan belajar melalui perangkat elektronik komputer yang tersambung keinternet dimana belajar berupaya memperoleh bahan pelatihan secara on line, memperkaya nilai belajar sehingga dapat menjawab tantangan perkembangan globalisasi. Seiring dengan kemajuan teknologi tersebut telepon genggam(hp) saat ini digunakan mengakses internet tanpa perlu menghadirkan komputer.
Clean and good governance
            Pengertian clean and good governance menurut world bank dalam   mustopadjaja 2001 adalah suatu penyelanggaraan manajemen yang solid dan bertanggung jawab sejalan dengan prinsip demokrasi dan pasar yang efisien,penghindaran salh alokasi dana investasi,dan pencegahan korupsi baik secara politik maupun administratif. Dalam tat pemerintahan pengertian istilah clean and good governance pada umumnya diartikan sebagai penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bailk. Kata bersih dan baik disini di masudkan mengikuti kaidah-kaidah tertentu sesuai prinsip-prinsip dasar clean and good governance. Dimana prinsip-prinsip tersebut merupakan kunci utama dalam memahami istilah clean and good governance. Selain itu istilan clean and good governance merupakan suatu gagasan.













DAFTAR PUSTAKA


Murni Syiviana,1995,junal pendidikan dan Kebudayaan,Jakarta,Badan Penelitian dan pengembangan departemen Pendidikan Nasional.

e-dufiesta.blogspot.sg/2008/06/pengertian-e-learning.html

id.wikipedia.org/wiki/Sumber_daya_manusia

hukumislam-uii.blogspot.sg/2009/05/pengertian-good-governance-dan-clean.html