Friday, April 3, 2020

KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DI ERA MODERN

KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DI ERA MODERN





Oleh:
Cicih Rahayu
F1C014033


KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
2018



A. Latar Belakang
Indonesia  merupakan  negara  yang memiliki  beragam  suku,  budaya  dan agama.  Dari  setiap daerah  di  Indonesia memiliki  budaya  yang  berbeda,  dengan adanya  perbedaan  budaya  akan mempengaruhi  penggunaan  bahasa yang  digunakan,  sehingga  bahasa  yang digunakan pun  berbeda-beda.  Indonesia memiliki  lebih  dari  300 kelompok  etnik  atau  suku  bangsa  yang  tersebar  di berbagai  pulau  di  Indonesia  dengan  ciri budaya,  bahasa  dan  kepercayaan  yang berbeda.  Adanya  keberagaman  tersebut menjadikan  Indonesia  sebagai  salah satu negara multietnis terbesar di Dunia. Perbedaan suku, agama, ras dan budaya kerap  kali  menjadi  suatu  permasalahan bagi  pendatang  dengan  lingkungan barunya.
Manusia dituntut  untuk  mampu  berkomunikasi dengan  manusia  lainnya,  walaupun memilki  latar  belakang  budaya  yang berbeda dan bahasa yang berbeda. Maka  dari itu manusia perlu sekali mempelajari komunikasi  antarbudaya,  agar  mampu lancar  berinteraksi  dengan  manusia lainnya  yang  memiliki  latar  belakang budaya dan bahasa yang berbeda.  Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan - perbedaannya, disitulah dibuktikan bahwa sebenarnya budaya itu juga dipelajari.
Komunikasi antar budaya merupakan hal yang penting bagi semua penduduk dunia. Kemunculan komunikasi antar budaya di desak oleh adanya interdependensi antar bangsa yang semakin nyata, baik itu di bidang ekonomi, iptek, politik, dan lain-lain. Perbedaan kultur dari orang- orang yang berkomunikasi yang menyangkut kepercayaan, nilai, serta cara berperilaku serta latar belakang budaya yang berbeda inilah yang menjadi ciri terpenting yang menandai komunikasi antar budaya. 
BAB II
PEMBAHASAN

A. Pengertian Komunikasi Antar Budaya
Menurut  Mulyana dalam Nurita Arya ( 2014 : 67 ) menyakini  bahwa  Komunikasi  Antar  Budaya  adalah  komunikasi  yang  terjadi  di  antara  orang-orang  yang  memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan  dari  semua  perbedaan  ini.  komunikasi  antarbudaya adalah  komunikasi  antara  orang-orang  yang  berbeda  budaya  (baik  dalam  arti  ras, etnik,  atau  perbedaan-perbedaan  sosio  ekonomi). Kebudayaan  adalah  cara  hidup yang  berkembang  dan  dianut  oleh  sekelompok  orang  serta  berlangsung  dari generasi ke generasi.
Proses komunikasi antar budaya  sebagai  interaksi antarpribadi dan komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang  memiliki  latar  belakang  kebudayaan  yang  berbeda (Alo  Liliweri dalam Khoiruddin Muchtar Dkk ( 2016 : 113 ) 

B. Model Komunikasi Antar Budaya
Komunikasi antar budaya terjadi bila produsen   pesan adalah anggota suatu budaya dan    penerima pesannya adalah anggota suatu budaya lainnya.Hal ini diperhadapkan dengan masalah-masalah yang ada dalam suatu situasi dimana  suatu pesan disandi dalam suatu budaya dan harus di sandi balik dalam budaya lain. Budaya bertanggung jawab atas seluruh perbedaan perilaku komunikatif dan makna yang dimiliki setiap orang. Konsekuensinya,  perbedaan-perbedaan yang dimiliki dua orang yang berbeda budaya akan berbeda pula yang dapat menimbulkan segala macam kesulitan. Namun,melalui studi dan pemahaman atas komunikasi antar budaya,kitadapat mengurangi atau hampir menghilangkan kesulitan-kesulitantersebut.
Dalam era modern ini muncul dan berkembang berbagai model dan bentuk dalam komunikasi antarbudaya. Menurut Purwasito dalam Abdul Karim ( 2015 : 327 - 328 ) Ada beberapa jenis atau model komunikasi yang menjadi bagian dari komunikasi antar budaya yaitu : 
1. Komunikasi  Internasional 
Komunikasi  internasional yaitu  proses  komunikasi  antara  bangsa  dan negara.   Komunikasi  ini  tercermin  dalam  diplomasi dan  propaganda,  dan  seringkali  berhubungan  dengan situasi  intercultural (antarbudaya)  dan  interracial  (antarras).   
2. Komunikasi Antar Ras 
Komunikasi antar ras yaitu suatu komunikasi  yang  terjadi  apabila  sumber  dan  komunkan  berbeda ras. Ciri penting dari komunikasi antar ras ini adalah  peserta komunikasi berbeda ras. Ras adalah   sekelompok orang  yang  ditandai  dengan  ciri-ciri  biologis  yang  sama.  Secara  implisit  komunikasi  antarras  ini  termasuk  ke dalam  komunikasi  antarbudaya.  Hambatan  utama  dalam komunikasi  antar-ras  ini  adalah  sikap  curiga  kepada  ras lain.  
3. Komunikasi  Antar Etnis  
Komunikasi  antaretnis  yaitu  berkaitan  dengan  keadaan  sumber  komunikannya,  sama  ras/suku  bangsa  tetapi  berbeda  asal  etnis  dan  latar belakangnya.  Kelompok  etnik  adalah  kelompok  orang  yang ditandai dengan bahasa dan asal-usul yang sama. Oleh karena itu komunikasi antaretnik merupakan komunikasi antarbudaya.  

C. Dimensi Komunikasi Antar Budaya
Menurut Dodd Dkk dalam Muhammad Awwad ( 2015 : 72 ) ada 5 faktor komunikasi antar budaya menjadi penting:
1. Mobilitas
Mobilitas  masyarakat  di seluruh  dunia  sedang  mencapai puncaknya.  Perjalanan  dari  negara  ke  negara,  benua  ke benua  lain  banyak  dilakukan, untuk menggali peluang-peluang bisnis.  Sehingga  hubungan pribadi menjadi hubungan antar budaya.  
2. Saling  ketergantungan ekonomi
Ketergantungan  ekonomi ini misalnya, kondisi ekonomi di  amerika  banyak  terkait  dengan negara-negara  Eropa  yang kulturnya  banyak  kemiripan dengan kultur di Amerika.
3. Teknologi komunikasi
Pesatnya teknologi  komuni -kasi  membawa  kultur  luar masuk ke rumah kita. Teknologi   telah  membuat  komunikasi antar  budaya  mudah,  praktis, dan tidak terhindarkan
4. Pola imigrasi
Hampir disetiap kota di dunia kita  dapat  menjumpai  orang-orang dari belahan dunia lain. Kita bergaul  dan  bersekolah  dengan orang-orang  yang  berbeda. 
5. Kesejahteraan politik 
Kesejahteraan  politik kita  sangat  bergantung  pada  kesejahteraan  budaya  politik.  Komunikasi dan saling pengertian antar budaya saat ini terasa lebih penting daripada sebelumnya

D. Pedoman dalam Melakukan Komunikasi Lintas  Budaya  
Menurut Robbin dalam Idha  Rahayuningsih ( 2014 : 99 )menjelaskan  ketika  berkomunikasi  dengan  orang  dari  budaya  yang berbeda, ada  beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi salah persepsi, salah mengartikan dan salah mengevaluasi yaitu :  
1. Mengasumsikan  perbedaan  sampai  terbukti  ada  kesamaan.  Paling  banyak  dari  kita beranggapan  bahwa  orang  lain  lebih  mirip  dengan  kita  daripada  kenyataannya  mereka. 
2. Menekankan penjelasan  daripada  penilaian/penafsiran. Menafsirkan  atau  menilai yang dikatakan dan dilakukan seseorang, berbeda  dengan penggambaran, penilaian didasarkan atas  budaya dan latar belakang pengamat dan bukan pada situasi yang diamati.  
3. Berempati;  sebelum  mengirim  pesan,  tempatkan  diri  kita  dalam  posisi  penerima  pesan. Berusaha  untuk  mengetahui nilainya,  pengalaman  dan  kerangka  acuan, pendidikannya, pola  pengasuhannya  dan  latar  belakang  yang  dapat  member  pemahaman  tambahan.
4. Menganggap interpretasi/penafsiran  sebagai  hipotesis  kerja/dugaaan  sementara. Ketika kita memberikan penafsiran terhadap situasi atau pemikiran baru dari budaya asing, maka penafsiran  tersebut  dijadikan  hipotesis  yang  harus  diuji  lebih  lanjut,  perlu  melakukan penilaian dengan hati-hati  terhadap umpan balik yang diberikan oleh penerima informasi.

E. Hambatan – Hambatan Komunikasi Antar Budaya
Barna dalam Samovar dalam Filasta Anggreani Sumantri  ( 2017 : 35 – 36 )  mengupas tentang hambatan dalam komunikasi antarbudaya dan menyatakan ada 6 hambatan dalam komunikasi  antarbudaya antara lain :  
1. Asumsi Tentang Persamaan (Assumption of similarities) 
Asumsi tentang kesamaan tidak hanya mengenai bahasa lisan yang biasa digunakan tetapi juga harus mengartikan bahasa nonverbal, tanda dan lambang. 
2. Perbedaan Bahasa (Language Differences) 
Hambatan kedua tidak mengherankan siapapun, yaitu perbedaan bahasa. Perbendaharaan kata, sintaksis, idiom, slang, dialek, kesemua itu dapat menjadi hambatan, tetapi terus bergumul dengan orang lain deng an bahasa yang berbeda akan mengurangi hambatan komunikasi. 
3. Kesalahpahaman Nonverbal ( Nonverbal Misinterpretation) 
Hambatan ketiga adalah kesalahpahaman nonverbal. Orang dari kebudayaan berbeda  mempunyai pengamatan indrawi yang  berbeda. Mengabstraksi dan  membuatnya sesuai dalam dunia pribadi dan kemudian membingkai berdasarkan referensi kebudayaan mereka sendiri
4. Prasangka dan Stereotip  
Hambatan keempat adalah prasangka dan stereotip. Stereotip adalah hambatan bagi komunikator karena menc egah objektivitas dari rangsangan dan merupakan pencarian yang sensitif atas petunjuk yang digunakan untuk menuntun imajinasi menuju realitas seseorang. 
5. Kecenderungan Untuk Menilai ( Tendec y to E valuate ) 
Hambatan lain untuk saling mengerti diantara orang satu dengan yang lain yang berbeda budaya atau grup etnik adalah kecenderungan untuk menilai, untuk menyetujui dan tidak menyetujui, pernyataan dan tindakan orang lain dan grup lain daripada  mencoba benar –  benar mengerti tentang orang lain.

F. Faktor  Yang  Mempengaruhi  Proses Komunikasi Antar Budaya
Proses  komunikasi  yang  berlangsung  antara  orang-orang  berbeda  budaya  tersebut biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti yang dikemukakan oleh Willian G. Scoot dalam Wahidah Suryani ( 2013 : 93 - 94 ) bahwa  ada  5  faktor  yang  mempengaruhi  proses komunikasi:
1. The Act (Perbuatan)
Perbuatan komunikasi menginginkan pemakaian lambang-lambang yang dapat  dimengerti  secara  baik  dan  hubungan-hubungan  yang  dilakukan  oleh  manusia.  Pada umumnya lambang-lambang tersebut dinyatakan  dengan bahasa atau dalam keadaan tertentu tanda-tanda lain dapat pula dipergunakan.
2. The  Scene(Adegan)
Adegan  sebagai  salah  satu  faktor  dalam  komunikasi  ini  menekankan hubungannya  dengan  lingkungan  komunikasi.  Adegan  ini  menjelaskan  apa  yang  dilakukan, simbol apa  yang digunakan, dan arti dari  apa  yang dikatakan. 
3. The Agent (Pelaku)
Individu-individu  yang mengambil bagian dalam hubungan komunikasi dinamakan pelaku-pelaku komunikasi. Pengirim dan penerima yang terlibat dalam hubungan komunikasi  ini  adalah  contoh  dari  pelaku-pelaku  komunikasi  tersebut.  
4. The  Agency  (Perantara)
Alat-alat  yang  dibangun  dalam  komunikasi  dapat  membangun terwujudnya perantara itu (the agency). 
5. The  Purpose  (Tujuan), 
Tujuan merupakan langkah pertama dalam proses mencapai kesuksesan dan tujuan juga merupakan kunci mencapai kesuksesan. 

BAB III
KESIMPULAN

Setiap orang dari kita adalah unik, artinya sekalipun dibesarkan dalam lingkungan budaya yang sama, belum tentu setiap orang dalam kelompok tersebut itu akan persis sama dalam berpikir dan berprilaku. Hal tersebut dikarenakan akan ada sub-sub kultur yang lebih spesifik yang sangat berpengaruh terhadap perilakunya dalam berkomunikasi.
Komunikasi Antar Budaya terjadi karena alasan yang bermacam-macam. Komunikasi mencakup pihak-pihak yang berperan sebagai pengirim dan penerima secara berganti-ganti, maka masalah atau kesulitan dapat terjadi dari semua pihak. Oleh sebab itu diperlukannya suatu cara  atau  strategi untuk menyamakan perbedaan dan persepsi dalam Komunikasi Antar budaya  tersebut, untuk itu perlu adanya rasa saling menghormati dalam berkomunikasi antar budaya. Antara komunikasi dan kebudayaan sangatlah erat kaitannya. Tidak akan ada budaya tanpa adanya komunikasi dan begitu pula sebaliknya.




DAFTAR PUSTAKA


Awwad, Muhammad . 2015. “ Komunikasi Dalam Bingkai Lintas Budaya Dan 
     Agama “. Jurnal Komunike, Volume 7, No. 1.
Karim, Abdul. 2015. “ Komunikasi Antar Budaya Di Era Modern“. Jurnal 
     Komunikasi Penyiaran Islam. Vol. 3, No. 2
Kusuma, Nurita Arya. 2014. “Peran Komunikasi Antar Budaya Masyarakat Dalam 
     Menyelesaikan Konflik Di Perumahan Talang Sari Kota Samarinda “.  eJournal 
     Ilmu Komunikasi, Volume 2, Nomor 4,
Muchtar, Khoiruddin, et al . 2016. “ Komunikasi Antar Budaya Dalam Perspektif 
     Antropologi “. Jurnal Manajemen Komunikasi. Vol 1. No 1. 
Rahayuningsih, Idha. 2014. “ Komunikasi Lintas Budaya Dalam Organisasi “.  
     Jurnal Psikosains. Vol. 9, No. 2, 
Sumantri, Filasta Anggreani. 2017. “ Hambatan Komunikasi Antar Budaya 
     Mahasiswa Vietnam Di Universitas Tadulako “. Jurnal Online Kinesik. Vol. 4 
     No. 2 
Suryani, Wahidah. 2013. “Komunikasi Antar Budaya Yang Efektif “. Jurnal 
     Dakwah Tabligh, Vol. 14, No. 1

No comments:

Post a Comment