KOMUNIKASI LINTAS BUDAYA DI ERA MODERN
Oleh:
Cicih Rahayu
F1C014033
KEMENTRIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGI
UNIVERSITAS JENDERAL SOEDIRMAN
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
2018
A. Latar Belakang
Indonesia merupakan negara yang memiliki beragam suku, budaya dan agama. Dari setiap daerah di Indonesia memiliki budaya yang berbeda, dengan adanya perbedaan budaya akan mempengaruhi penggunaan bahasa yang digunakan, sehingga bahasa yang digunakan pun berbeda-beda. Indonesia memiliki lebih dari 300 kelompok etnik atau suku bangsa yang tersebar di berbagai pulau di Indonesia dengan ciri budaya, bahasa dan kepercayaan yang berbeda. Adanya keberagaman tersebut menjadikan Indonesia sebagai salah satu negara multietnis terbesar di Dunia. Perbedaan suku, agama, ras dan budaya kerap kali menjadi suatu permasalahan bagi pendatang dengan lingkungan barunya.
Manusia dituntut untuk mampu berkomunikasi dengan manusia lainnya, walaupun memilki latar belakang budaya yang berbeda dan bahasa yang berbeda. Maka dari itu manusia perlu sekali mempelajari komunikasi antarbudaya, agar mampu lancar berinteraksi dengan manusia lainnya yang memiliki latar belakang budaya dan bahasa yang berbeda. Budaya merupakan suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan - perbedaannya, disitulah dibuktikan bahwa sebenarnya budaya itu juga dipelajari.
Komunikasi antar budaya merupakan hal yang penting bagi semua penduduk dunia. Kemunculan komunikasi antar budaya di desak oleh adanya interdependensi antar bangsa yang semakin nyata, baik itu di bidang ekonomi, iptek, politik, dan lain-lain. Perbedaan kultur dari orang- orang yang berkomunikasi yang menyangkut kepercayaan, nilai, serta cara berperilaku serta latar belakang budaya yang berbeda inilah yang menjadi ciri terpenting yang menandai komunikasi antar budaya.
BAB II
PEMBAHASAN
A. Pengertian Komunikasi Antar Budaya
Menurut Mulyana dalam Nurita Arya ( 2014 : 67 ) menyakini bahwa Komunikasi Antar Budaya adalah komunikasi yang terjadi di antara orang-orang yang memiliki kebudayaan yang berbeda (bisa beda ras, etnik, atau sosioekonomi, atau gabungan dari semua perbedaan ini. komunikasi antarbudaya adalah komunikasi antara orang-orang yang berbeda budaya (baik dalam arti ras, etnik, atau perbedaan-perbedaan sosio ekonomi). Kebudayaan adalah cara hidup yang berkembang dan dianut oleh sekelompok orang serta berlangsung dari generasi ke generasi.
Proses komunikasi antar budaya sebagai interaksi antarpribadi dan komunikasi antarpribadi yang dilakukan oleh beberapa orang yang memiliki latar belakang kebudayaan yang berbeda (Alo Liliweri dalam Khoiruddin Muchtar Dkk ( 2016 : 113 )
B. Model Komunikasi Antar Budaya
Komunikasi antar budaya terjadi bila produsen pesan adalah anggota suatu budaya dan penerima pesannya adalah anggota suatu budaya lainnya.Hal ini diperhadapkan dengan masalah-masalah yang ada dalam suatu situasi dimana suatu pesan disandi dalam suatu budaya dan harus di sandi balik dalam budaya lain. Budaya bertanggung jawab atas seluruh perbedaan perilaku komunikatif dan makna yang dimiliki setiap orang. Konsekuensinya, perbedaan-perbedaan yang dimiliki dua orang yang berbeda budaya akan berbeda pula yang dapat menimbulkan segala macam kesulitan. Namun,melalui studi dan pemahaman atas komunikasi antar budaya,kitadapat mengurangi atau hampir menghilangkan kesulitan-kesulitantersebut.
Dalam era modern ini muncul dan berkembang berbagai model dan bentuk dalam komunikasi antarbudaya. Menurut Purwasito dalam Abdul Karim ( 2015 : 327 - 328 ) Ada beberapa jenis atau model komunikasi yang menjadi bagian dari komunikasi antar budaya yaitu :
1. Komunikasi Internasional
Komunikasi internasional yaitu proses komunikasi antara bangsa dan negara. Komunikasi ini tercermin dalam diplomasi dan propaganda, dan seringkali berhubungan dengan situasi intercultural (antarbudaya) dan interracial (antarras).
2. Komunikasi Antar Ras
Komunikasi antar ras yaitu suatu komunikasi yang terjadi apabila sumber dan komunkan berbeda ras. Ciri penting dari komunikasi antar ras ini adalah peserta komunikasi berbeda ras. Ras adalah sekelompok orang yang ditandai dengan ciri-ciri biologis yang sama. Secara implisit komunikasi antarras ini termasuk ke dalam komunikasi antarbudaya. Hambatan utama dalam komunikasi antar-ras ini adalah sikap curiga kepada ras lain.
3. Komunikasi Antar Etnis
Komunikasi antaretnis yaitu berkaitan dengan keadaan sumber komunikannya, sama ras/suku bangsa tetapi berbeda asal etnis dan latar belakangnya. Kelompok etnik adalah kelompok orang yang ditandai dengan bahasa dan asal-usul yang sama. Oleh karena itu komunikasi antaretnik merupakan komunikasi antarbudaya.
C. Dimensi Komunikasi Antar Budaya
Menurut Dodd Dkk dalam Muhammad Awwad ( 2015 : 72 ) ada 5 faktor komunikasi antar budaya menjadi penting:
1. Mobilitas
Mobilitas masyarakat di seluruh dunia sedang mencapai puncaknya. Perjalanan dari negara ke negara, benua ke benua lain banyak dilakukan, untuk menggali peluang-peluang bisnis. Sehingga hubungan pribadi menjadi hubungan antar budaya.
2. Saling ketergantungan ekonomi
Ketergantungan ekonomi ini misalnya, kondisi ekonomi di amerika banyak terkait dengan negara-negara Eropa yang kulturnya banyak kemiripan dengan kultur di Amerika.
3. Teknologi komunikasi
Pesatnya teknologi komuni -kasi membawa kultur luar masuk ke rumah kita. Teknologi telah membuat komunikasi antar budaya mudah, praktis, dan tidak terhindarkan
Pesatnya teknologi komuni -kasi membawa kultur luar masuk ke rumah kita. Teknologi telah membuat komunikasi antar budaya mudah, praktis, dan tidak terhindarkan
4. Pola imigrasi
Hampir disetiap kota di dunia kita dapat menjumpai orang-orang dari belahan dunia lain. Kita bergaul dan bersekolah dengan orang-orang yang berbeda.
5. Kesejahteraan politik
Kesejahteraan politik kita sangat bergantung pada kesejahteraan budaya politik. Komunikasi dan saling pengertian antar budaya saat ini terasa lebih penting daripada sebelumnya
D. Pedoman dalam Melakukan Komunikasi Lintas Budaya
Menurut Robbin dalam Idha Rahayuningsih ( 2014 : 99 )menjelaskan ketika berkomunikasi dengan orang dari budaya yang berbeda, ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk mengurangi salah persepsi, salah mengartikan dan salah mengevaluasi yaitu :
1. Mengasumsikan perbedaan sampai terbukti ada kesamaan. Paling banyak dari kita beranggapan bahwa orang lain lebih mirip dengan kita daripada kenyataannya mereka.
2. Menekankan penjelasan daripada penilaian/penafsiran. Menafsirkan atau menilai yang dikatakan dan dilakukan seseorang, berbeda dengan penggambaran, penilaian didasarkan atas budaya dan latar belakang pengamat dan bukan pada situasi yang diamati.
3. Berempati; sebelum mengirim pesan, tempatkan diri kita dalam posisi penerima pesan. Berusaha untuk mengetahui nilainya, pengalaman dan kerangka acuan, pendidikannya, pola pengasuhannya dan latar belakang yang dapat member pemahaman tambahan.
4. Menganggap interpretasi/penafsiran sebagai hipotesis kerja/dugaaan sementara. Ketika kita memberikan penafsiran terhadap situasi atau pemikiran baru dari budaya asing, maka penafsiran tersebut dijadikan hipotesis yang harus diuji lebih lanjut, perlu melakukan penilaian dengan hati-hati terhadap umpan balik yang diberikan oleh penerima informasi.
E. Hambatan – Hambatan Komunikasi Antar Budaya
Barna dalam Samovar dalam Filasta Anggreani Sumantri ( 2017 : 35 – 36 ) mengupas tentang hambatan dalam komunikasi antarbudaya dan menyatakan ada 6 hambatan dalam komunikasi antarbudaya antara lain :
1. Asumsi Tentang Persamaan (Assumption of similarities)
Asumsi tentang kesamaan tidak hanya mengenai bahasa lisan yang biasa digunakan tetapi juga harus mengartikan bahasa nonverbal, tanda dan lambang.
2. Perbedaan Bahasa (Language Differences)
Hambatan kedua tidak mengherankan siapapun, yaitu perbedaan bahasa. Perbendaharaan kata, sintaksis, idiom, slang, dialek, kesemua itu dapat menjadi hambatan, tetapi terus bergumul dengan orang lain deng an bahasa yang berbeda akan mengurangi hambatan komunikasi.
3. Kesalahpahaman Nonverbal ( Nonverbal Misinterpretation)
Hambatan ketiga adalah kesalahpahaman nonverbal. Orang dari kebudayaan berbeda mempunyai pengamatan indrawi yang berbeda. Mengabstraksi dan membuatnya sesuai dalam dunia pribadi dan kemudian membingkai berdasarkan referensi kebudayaan mereka sendiri
4. Prasangka dan Stereotip
Hambatan keempat adalah prasangka dan stereotip. Stereotip adalah hambatan bagi komunikator karena menc egah objektivitas dari rangsangan dan merupakan pencarian yang sensitif atas petunjuk yang digunakan untuk menuntun imajinasi menuju realitas seseorang.
5. Kecenderungan Untuk Menilai ( Tendec y to E valuate )
Hambatan lain untuk saling mengerti diantara orang satu dengan yang lain yang berbeda budaya atau grup etnik adalah kecenderungan untuk menilai, untuk menyetujui dan tidak menyetujui, pernyataan dan tindakan orang lain dan grup lain daripada mencoba benar – benar mengerti tentang orang lain.
F. Faktor Yang Mempengaruhi Proses Komunikasi Antar Budaya
Proses komunikasi yang berlangsung antara orang-orang berbeda budaya tersebut biasanya dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti yang dikemukakan oleh Willian G. Scoot dalam Wahidah Suryani ( 2013 : 93 - 94 ) bahwa ada 5 faktor yang mempengaruhi proses komunikasi:
1. The Act (Perbuatan)
Perbuatan komunikasi menginginkan pemakaian lambang-lambang yang dapat dimengerti secara baik dan hubungan-hubungan yang dilakukan oleh manusia. Pada umumnya lambang-lambang tersebut dinyatakan dengan bahasa atau dalam keadaan tertentu tanda-tanda lain dapat pula dipergunakan.
2. The Scene(Adegan)
Adegan sebagai salah satu faktor dalam komunikasi ini menekankan hubungannya dengan lingkungan komunikasi. Adegan ini menjelaskan apa yang dilakukan, simbol apa yang digunakan, dan arti dari apa yang dikatakan.
3. The Agent (Pelaku)
Individu-individu yang mengambil bagian dalam hubungan komunikasi dinamakan pelaku-pelaku komunikasi. Pengirim dan penerima yang terlibat dalam hubungan komunikasi ini adalah contoh dari pelaku-pelaku komunikasi tersebut.
4. The Agency (Perantara)
Alat-alat yang dibangun dalam komunikasi dapat membangun terwujudnya perantara itu (the agency).
5. The Purpose (Tujuan),
Tujuan merupakan langkah pertama dalam proses mencapai kesuksesan dan tujuan juga merupakan kunci mencapai kesuksesan.
BAB III
KESIMPULAN
Setiap orang dari kita adalah unik, artinya sekalipun dibesarkan dalam lingkungan budaya yang sama, belum tentu setiap orang dalam kelompok tersebut itu akan persis sama dalam berpikir dan berprilaku. Hal tersebut dikarenakan akan ada sub-sub kultur yang lebih spesifik yang sangat berpengaruh terhadap perilakunya dalam berkomunikasi.
Komunikasi Antar Budaya terjadi karena alasan yang bermacam-macam. Komunikasi mencakup pihak-pihak yang berperan sebagai pengirim dan penerima secara berganti-ganti, maka masalah atau kesulitan dapat terjadi dari semua pihak. Oleh sebab itu diperlukannya suatu cara atau strategi untuk menyamakan perbedaan dan persepsi dalam Komunikasi Antar budaya tersebut, untuk itu perlu adanya rasa saling menghormati dalam berkomunikasi antar budaya. Antara komunikasi dan kebudayaan sangatlah erat kaitannya. Tidak akan ada budaya tanpa adanya komunikasi dan begitu pula sebaliknya.
DAFTAR PUSTAKA
Awwad, Muhammad . 2015. “ Komunikasi Dalam Bingkai Lintas Budaya Dan
Agama “. Jurnal Komunike, Volume 7, No. 1.
Karim, Abdul. 2015. “ Komunikasi Antar Budaya Di Era Modern“. Jurnal
Komunikasi Penyiaran Islam. Vol. 3, No. 2
Kusuma, Nurita Arya. 2014. “Peran Komunikasi Antar Budaya Masyarakat Dalam
Menyelesaikan Konflik Di Perumahan Talang Sari Kota Samarinda “. eJournal
Ilmu Komunikasi, Volume 2, Nomor 4,
Muchtar, Khoiruddin, et al . 2016. “ Komunikasi Antar Budaya Dalam Perspektif
Antropologi “. Jurnal Manajemen Komunikasi. Vol 1. No 1.
Rahayuningsih, Idha. 2014. “ Komunikasi Lintas Budaya Dalam Organisasi “.
Jurnal Psikosains. Vol. 9, No. 2,
Sumantri, Filasta Anggreani. 2017. “ Hambatan Komunikasi Antar Budaya
Mahasiswa Vietnam Di Universitas Tadulako “. Jurnal Online Kinesik. Vol. 4
No. 2
Suryani, Wahidah. 2013. “Komunikasi Antar Budaya Yang Efektif “. Jurnal
Dakwah Tabligh, Vol. 14, No. 1
No comments:
Post a Comment